HOME CONTACT ARTIKEL TRAINING

Nozzle dan Sprue Bush.

Nozzle dan Sprue Bush.   

Ada beberapa ketentuan mengenai aplikasi Nozle dan Sprue Bush. Ini sangat penting karena mempengaruhi proses sebelum produksi [Injection Trial] maupun pada saat produksi. Seperti diperlihat pada gambar, ada 2 ketentuan yang harus dipenuhi, yaitu :  

R = r x (1+(0~0,5))

Dimana R adalah Radius pada Sprue Bush, dan r adalah radius pada Nozle Mesin injeksi. Ataupun secara singkat bisa juga dinyatakan bahwa Radius R Sprue Bush harus lebih besar dari pada radius r Nozle Mesin Injeksi.   

Bila yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu radius r lebih besar dari Radius R, maka lubang Nozle dan lubang Sprue Bush tidak akan dapat bersentuhan langsung. Sebagian material plastik akan mengisi celah antara Nozle dan Sprue Bush [berbentuk Payung], akibatnya Runner akan patah pada saat proses pengambilan Runner, dan akan sulit untuk dikeluarkan dari Mold. Walaupun bisa diatasi dengan menggunakan stick kuningan yang dihantamkan ke bagian R Sprue Bush untuk mengambil Runner yang terjebak tersebut, namun tetap saja akan mengganggu aktifitas produksi, karena seringnya alarm berbunyi dari Robot yang mengambil Runner.   

D = d x (0,5~1)

Dimana D adalah Diameter lubang Sprue Bush, dan d adalah diamater lubang Nozle Mesin Injeksi. Bisa juga dinyatakan bahwa diameter d lubang Nozle Mesin Injeksi harus sama dengan, atau lebih kecil dari pada lubang Diameter D lubang Sprue Bush Mold.   

Bila yang terjadi adalah diameter d lubang Nozle Mesin Injeksi lebih besar dari pada Diameter D lubang Sprue Bush, maka yang terjadi adalah Runner akan membentuk Step yang mengakibatkan Runner akan patah pada saat proses pengambilan Runner, dan akan sulit dikeluarkan dari Mold. Walaupun bisa diatasi dengan menggunakan stick kuningan yang dihantamkan ke bagian Sprue Bush untuk mengambil runner dengan menghilangkan bentuk step tersebut, namun tetap saja akan mengganggu aktifitas produksi, karena seringnya alarm berbunyi dari Robot yang mengambil Runner.   

Diameter d lubang Nozle pun tidak boleh terlalu kecil, karena akan mengganggu Debit aliran material plastik cair sehingga akan menimbulkan masalah pada produk yang dihasilkan. Effek yang sama terjadi apabila lubang Nozle dan lubang Sprue Bush tidak dalam satu garis pusat, maka lubang tersedia untuk mengalirkan material plastik cair akan sempit atau terlalu kecil dan juga mengganggu Debit aliran material.   

Stay Tune Sahabat Plastik

Baca Selanjutnya ..

Unit Injeksi pada Mesin Injeksi Plastik

Unit Injeksi pada Mesin Injeksi Plastik. 

Adapun bagian-bagian dari Unit Injeksi berdasarkan skema tersebut adalah. 

1. Hydrolic Motor [Motor Hidrolik], untuk memutar Screw
2. Injection Cylinder [Silinder Injeksi], untuk menggerakkan Screw maju dan mundur
3. Hopper, sebagai wadah Material Plastik sebelum masuk ke Barrel. Beberapa aplikasi menempatkan Hopper Dryer di atas Injection Unit ini. 

4. Screw, berfungsi sebagai Feeder untuk menyupai material dari arah belakang atau dari Hopper, dan juga berfungsi sebagai pengaduk material plastik dalam keadaan cair sehingga pencampuran warna lebih merata. Untuk Screw standard bawaan mesin kurang begitu maksimal di dalam proses pencampuran warna, sehingga kita perlu Screw dengan pesanan khusus, atau juga bisa ditambah alat mixing yang dipasang dibagian Hopper. Lebih lanjut mengenai Screw akan dibahas terpisah. 

5. Barrel [Tungku], yang berfungsi memanaskan material plastik hingga mencair
6. Torpedo dan Check Ring atau Check Valve, yang berfungsi membuka aliran material pada saat Charging dan menutup aliran material plastik pada saat injeksi berlangsung
7. Heater Band, pemanas elektrik dengan bentuk sabuk
8. Cylinder Head [Kepala Silinder], penghubung antara Nozle dan Barrel
9. Nozle
10. Carriage [Pembawa], sebagai dudukan unit injeksi dan juga ia sendiri duduk pada rel slider
11. Injection Unit Cylinder [Silinder Unit Injeksi], berfungsi menekan Nozle kepada Sprue Bush dari cetakan terpasang
12. Pressure Switch 2 [Saklar bertekanan bagian 2], aktif pada tekanan minimal 100 kg/cm² sebagai konfirmasi untuk melakukan proses injeksi dan juga untuk memastikan material plastik tidak akan bocor pada saat proses injeksi berlangsung  

Stay Tune Sahabat Plastik

Baca Selanjutnya ..

Jalan Menuju SEG Injection Molding Gold Medal

Perjalanan Menuju Predikat Medali Emas untuk Injeksi Plastik dari SEG.

Setiap tahun World Wide Seiko Epson Group [SEG] mengadakan Kompetisi Keahlian [Skill Competition] yang melibatkan perusahaan Epson di seluruh dunia. Baik yang berada di Asia, Eropa, maupun yang berada di Amerika. Beberapa diantara yang diperlombakan adalah Keahlian Kerja Bangku [Manual Precision Skill] yang mengerjakan beberapa bentuk sulit dengan menggunakan bahan baku besi, Keahlian Permesinan [Machinery Precision Skill] yang mengerjakan bentuk-bentuk sulit seperti Jig dan Fixture dengan menggunakan mesin perkakas besi secara manual maupun secara otomatis, Keahlian Kelistrikan Arus Kuat [Electric Skill], Keahlian Mekatronik [Mechanic-Electronik Skill] yang mengerjakan program-program otomatisasi [automation] seperti pemograman tangan-tangan Robot yang biasanya digunakan dalam proses pengemasan di industri-industri, dan keahlian lainnya. 

Dalam hal ini setiap anak perusahaan yang tergabung dalam Seiko Epson Group harus mengirimkan wakil-wakil terbaiknya untuk diikutkan di dalam Kompetisi Keahlian ini, orang bilang semacam Olimpiade Keahlian Dunia dalam satu perusahaan kelas Dunia. Tentu saja pesertanya berasal dari berbagai macam bangsa, bahasa, dan negara. Dan jumlah peserta kompetisi ini mencapai angka lebih dari 2000 orang untuk berbagai kategori keahlian. Namun pelaksanaan Kompetisi dilakukan pada masing-masing perusahaan dengan diawasi langsung oleh wakil yang datang dari Jepang [Seiko Epson Group] dan juga PIC untuk masing-masing kategory, dalam hal ini penulis bertanggung jawab atas pelaksanaan Pelatihan [Training] sebagai Instruktur dan pelaksanaan Kompetisi baik secara teori maupun praktek dengan didampingi seorang pengawas dan Advisor orang Jepang yaitu Mr. Takahashi Hatsuhiko. Untuk di Indonesia ada 2 perusahaan Epson yaitu PT. Indonesia Epson Industry [IEI] dan PT. Epson Batam [PEB]. 

Dari sekian Keahlian yang di Kompetisikan, tentu saja Seiko Epson Group memasukan Keahlian Injeksi Plastik [Injection Molding Skill] sebagai salah satu Cabang Keahlian. Latar belakang dimasukkannya Keahlian ini adalah tak lain dan tak bukan dikarenakan produk Epson lebih banyak menggunakan Plastik pada setiap produk yang dikeluarkannya. Maka untuk menjamin kelancaran proses pembuatan suku cadang plastik yang baik dan berkualitas harus ditangani oleh orang yang benar-benar ahli dan terlatih. 

Tahun 2009 lalu adalah tahun pelaksanaan Kompetisi Keahlian yang ke 36. Kompetisinya sendiri dilaksanakan di awal bulan November 2009 sampai dengan pertengahan bulan Desember 2009. Untuk di PT. Indonesia Epson Industry [IEI] pada kategori Injection Molding Skill dilakukan persiapan untuk menghadapi Kompetisi ini jauh-jauh hari sebelumnya, yaitu dengan mengadakan Training dari bulan Maret 2009 sampai dengan bulan November 2009 baik secara teori maupun praktek. Para pemenang dan potensi pemenang diumumkan pada bulan Februari 2010, serta penyerahan penghargaan dan sertifikat dilaksanakan pada bulan Maret 2010. 

Pembukaan pendaftaran peserta Injection Molding Training di PT. IEI dilaksanakan pada bulan Februari 2009 dengan target prioritas departemen yang berhubungan langsung dengan Proses Injeksi Plastik. Pada saat itu terdaftar 20 peserta, namun pada pelaksanaannya hingga Kompetisi tiba tersisa 8 orang peserta. Sehingga untuk Kompetisi diikuti oleh 8 peserta yang konsisten mengikuti Training. Dari 8 peserta tersebut, 1 orang berhasil tembus meraih Predikat Medali Emas atas nama Bp Engkos Kosasih dari departemen Part Production 1 mengalahkan kompetitor kuat dari Filipina dan China yang biasanya menjadi langganan Predikat Medali Emas. 1 orang berhasil meraih Predikat Medali Perunggu atas nama Bp Sarmilih dari departemen Part Production 1, dan 1 orang lagi berpotensi meraih predikat Medal atas nama Bp Tri Cahyono dari departemen Part Production 2. Perlu digaris bawahi disini adalah bahwa, baru kali inilah PT. IEI mendapatkan predikat Medali Emas untuk kategori Injection Molding. 

Pengambilan photo tersebut dilakukan setelah penyerahan sertifikat yang langsung diberikan oleh Presiden Directur PT. IEI yaitu Mr. Oguchi Takashi [berkemeja putih] pada saat Manajer Meeting hari senin tanggal 1 Maret 2010. Disebelah Mr. Oguchi Takashi adalah penulis yang mewakili Bp Engkos Kosasih peraih predikat Gold Medal yang kebetulan berhalangan hadir, dan disebelahnya lagi adalah Bp Sarmilih peraih predikat Bronze Medal. Yang lainnya adalah peraih predikat Medal untuk kategori keahlian yang lain. 

Stay Tune Sahabat Plastik

Baca Selanjutnya ..

Mold Clamp Unit pada Mesin Injeksi Plastik


Mold Clamp Unit pada Mesin Injeksi Plastik.

Dengan melihat skema Mesin Toshiba IS850E, maka bagian-bagian utama dari Unit Pencekam Mesin Injeksi Plastik adalah sebagai berikut. 

1. Stationary Platen [Platen Tetap], tempat diikatnya Mold Mounting Plate dari sisi Cavity
2. Moving Platen [Platen Bergerak], tempat diikatnya Mold Mounting Plate dari sisi Core
3. Clamp Cylinder [Silinder Cekam]
4. Tie Bar [Batang Pengikat], berjumlah 4 buah dipasang diagonal simetris
5. Clamp Bar [Batang Cekam]

6. Close Moving Booster Cylinder [Silinder Booster untuk Gerakan Menutup Cetakan].  Misalkan Diameter [Ø] Silinder Booster sebesar 15 cm, tekanan pompa hidrolik maksimal 190 kg/cm² [tergantung spesifikasi pompa yang digunakan mesin], sehingga bila kita atur 12% dari kemampuan maksimal pompa maka didapat tekanan sebesar 23 kg/cm². Untuk mencari besaran gaya yang dihasilkan, kita menggunakan rumus dasar F = P x A. F adalah Force atau Gaya [dalam satuan kg atau ton], P adalah tekanan hidrolik yang berasal dari pompa hidrolik [dalam satuan kg/cm²], dan A adalah luas penampang [dalam satuan cm²][Untuk penampang bulat : (п x D²)/4] dimana п adalah 3,14 dan D adalah Diameter [dalam satuan cm]. Sehingga dari hasil perhitungan tersebut didapat gaya [F] sebesar 4000 kg [4 ton]. Gaya sebesar ini juga dimanfaatkan untuk menghisap Oli dari Tangki ke dalam ruang Clamp Cylinder.

7. Open Moving Booster Cylinder [Silinder Booster untuk Gerakan Membuka Cetakan]. Bila Diameter Silinder Cekam sebesar 76 cm, pada tekanan Pompa Hidrolik maksimum 190 kg/cm² dengan menghasilkan Gaya sebesar 850 ton. Dan Diameter Batang Cekam sebesar 70 cm, sehingga selisih besaran penampang [A] antara Diameter 76 cm dan 70 cm adalah 627 cm². Maka 10% dari Tekanan Hidrolik [P] sebesar 19 kg/cm² akan menghasilkan Gaya [F] sebesar 11 ton.

8. Hydrolic Oil Tank [Tanki Oli Hidrolik]. Nissei Plastic mengeluarkan rekomendasi Oli Hidrolik untuk General Type yang digunakan adalah Mobil Hyd Oil 38, Mobil Hyd Oil 48LP, Esso Telesso 46, Shell Tellas Oil 56, Caltex Rand Oil 46. Dan untuk Anti Wear Type adalah Mobil DTE 25, Esso Nuto H 46, Shell Tellas Oil 46, dan Caltex Rand Oil 46.

9. Open/Close Limit Switch Line [Rangkaian Saklar Sensor untuk gerakan Membuka dan Menutup]
10. Locating, untuk menetapkan posisi Locating Ring dari sebuah Cetakan
11. Ejector Cylinder [Silinder Ejektor], untuk menggerakkan Batang Ejektor
12. Ejector Rod [Batang Ejektor], untuk mendorong produk dari cetakannya
13. Pressure Gauge [Pengukur Tekanan Hidrolik], untuk memperlihatkan tekanan aktual
14. Pressure Switch 1 [Saklar dengan Tekanan bagian pertama], sebagai Konfirmasi Cekam
15. Clamp Valve [Katup Cekam]

16. Hydrolic Control System. Di dalamnya terdapat Hydrolic Solenoid Valve System yang mengatur arah aliran Hidrolik, Regulator Control System yang mengatur Tekanan Hidrolik hingga beberapa tingkat, dan Hydrolic Flow Rate Control System yang mengatur Debit Aliran Hidrolik dalam beberapa tingkatan.

17. Hydrolic Pump [Pompa Hidrolik]. Spesifikasi pompa dengan kemampuan menghasilkan tekanan mulai dari 120 kg/cm² hingga 190 kg/cm², tergantung spesifikasi pompa yang digunakan.

Stay Tune Sahabat Plastik.

Baca Selanjutnya ..

Konstruksi Dasar Mold 3 Pelat

Konstruksi Dasar Mold Plastik Tipe 3 Pelat.

Secara umum Mold Plastik terdiri dari 2 tipe, yaitu 2 Plate Type Mold [MoldTipe 2 Pelat] dan 3 Plate Type Mold [Mold Tipe 3 Pelat]. 2 Plate Type terdiri dari Cavity Plate dan Core Plate, sedangkan untuk 3 Plate Type ditambah Runner Plate.

Pada 3 Plate Type Mold. Cavity Plate berdiri sendiri, namun ketika Mold Terbuka Cavity Plate masih bergantung pada Mold Mounting Plate [tepatnya pada Support Pin]. Sprue Bush terpasang diantara Runner Plate dan Mold Mouting Plate. Mold Mounting Plate pun terdapat Locating Ring, untuk menjamin posisi sprue Bush dan Nozle mesin injeksi.

Cavity Plate adalah sisi bagian terbaik pada pembentukan Produk, sehingga permukaan yang membentuk produk diperlakukan secara khusus. Seperti di perlakukan Polish sehingga permukaannya sangat licin setara dengan cermin, atau diperlakukan Etching dan Sand Blash sehingga membentuk permukaan yang memiliki kontur, atau juga dibuat Motif tertentu semisal Dasboard kendaraan. Sehingga tidak heran bila Cavity Plate diperlakukan secara istimewa dan sangat hati-hati ketika kita menanganinya, sedikit saja tergores maka urusannya akan panjang, belum lagi buntutnya.

Pada sisi Core Plate terdapat susunan Ejector yang mengikuti lekuk dan bentuk Core Plate sesuai dengan produk yang akan dibuat. Susunan Ejector ini berfungsi untuk mendorong Produk ketika selesai Proses Injeksi, dengan demikian Design Core Plate dan Cavity Plate harus dibuat sedemikian rupa sehingga ketika Mold Terbuka, maka produk harus melekat pada sisi Core Plate. Karena harus mengikuti bentuk Produk maka bentuk Ejector-pun bermacam-macam, ada yang berpenampang Pipih [Blade Ejector], Bulat [Pin Ejector], dan Bulat Selongsong [Sleve Ejector]. Namun ada juga yang dibentuk secara khusus mengukuti permukaan luar Produk seperti bentuk Striper Plate Ejector. Di lapangan kita akan menemui banyak pengembangan dari bentuk-bentuk dasar tersebut.

Secara umum 3 Plate Type Mold menghasilkan Produk yang sudah terpisah dengan Runner [aliran material dari Sprue Bush dan setelahnya]. Tentunya dengan aplikasi Gate yang biasa disebut Pin Point Gate. Pada saat Mold Terbuka, posisi Runner harus tetap melekat pada Runner Plate dengan jaminan Runner Lock Pin pada setiap Gate nya.
Keterangan Gambar Konstruksi Dasar Mold 3 Pelat.

1. Mold Mounting Plate, yang diikat dengan Baut kepada Injection Machine Stationery Plate
2. Runner Stripper Plate
3. Cavity Plate
4. Core Plate
5. Core Back-Up Plate
6. Spacer Block
7. Ejector Plate
8. Ejector Retainer Plate
9. Mold Mounting Plate, yang diikiat dengan Baut kepada Injection Machine Moving Platen
10. Core Block, tergantung jumlah produk yang akan dibuat
11. Locating Ring
12. Sprue Bush
13. Support Pin, berjumlah 4 buah pada posisi diagonal simetris
14. Guide Pin Bushing, mengikuti jumlah Support Pin
15. Guide Pin Bushing, mengikuti jumlah Support Pin
16. Ejector, jumlah dan bentuk sesuai kebutuhan dan design produk
17. Support, berjumlah 4 buah pada posisi diagonal simetris
18. Stopper Bolt, mengikuti jumlah Puller Bolt
19. Puller Bolt, berjumlah 4 buah pada posisi diagonal simetris
20. Chain, berjumlah 4 buah pada posisi seimbang
21. Runner Lock Pin, mengikuti jumlah Gate yang digunakan
22. Product
23. Runner  

Stay Tune Sahabat Plastik.

Baca Selanjutnya ..