HOME CONTACT ARTIKEL TRAINING

Video Proses Injection Molding

Dalam format video, mungkin akan banyak membantu siapapun memahami gambaran umum mengenai proses Injection Molding. Labih lanjut tentu saja harus sebagai pelaku, bukan katanya-katanya, atau kata orang Jepun harus Genba, melihat aktual, merasakan, mengikuti permasalahannya, dan mampu analisa terhadap masalah yang terjadi.

Manufacturing di injection Molding memang sangat-sangat komplex, tidak mudah memang, tetapi bukan berarti tidak bisa. Kemampuan seseorang akan bertahap bertambah, dan kalau bisa di wariskan ke juniornya agar ada penerus yang bisa didelegasikan. 

Stay Tune Sahabat Plastik.

Baca Selanjutnya ..

Suck Back


Suck Back.

Biasa juga disebut Pull Back. Adalah setting jarak Screw mundur tanpa berputar setelah proses Charging, atau setelah posisi Screw telah mencapai Shot Size. Hal ini untuk menetralisir tekanan material yang berada di depan Screw-Torpedo, sehingga mencegah terjadinya material Drolling dari Nozzle. Satuan jarak yang dipakai biasanya dalam mm. Setting yang dibuat tentu saja berdasarkan kebutuhan, umumnya sekitar 2-5 mm atau bisa juga lebih. Bila tidak ada setting atau 0, berarti tidak ada proses Suck Back.

Setting Suck Back berdasarkan kebutuhan adalah setting yang tidak terlalu pendek, artinya masih adanya material Drolling. Atau yang terlalu panjang yang artinya akan memungkinkan udara terhisap dan terjebak di depan Screw-Torpedo, yang artinya juga akan menimbulkan masalah Silver, Bubble, atau Burning pada produk.

Material Drolling adalah keluarnya material plastik cair dari Nozzle, setelah proses Charging.

Stay Tune Sahabat Plastik.

Baca Selanjutnya ..

Back Pressure


Back Pressure.

Back Pressure adalah tekanan yang terjadi dan sengaja dibuat atau di adjust untuk menahan mundurnya Screw pada saat proses Charging berlangsung. Back Pressure ini aktif atau diaktifkan pada mode operasi Semi-Auto atau Full-Auto. Bila diaktifkan pada saat Manual Charging, maka yang terjadi adalah Drolling, yaitu keluarnya material plastik cair dari lubang Nozzle tanpa mundurnya Screw atau Screw mundur tetapi memakan waktu lama untuk mencapai Shot Size.

Back Pressure berfungsi sebagai :

1. Pencampuran atau Mixing material menjadi lebih baik, homogen, kualitas kepadatan material plastik cair lebih baik dan siap untuk proses injection.
2. Shot Size yang konsisten, atau tetap, atau stabil sebagai jaminan untuk Shot-Shot berikutnya dengan kondisi yang sama besar Volume materialnya, berat produk, dan dimensi produk yang dihasilkan.
3. Pencampuran warna Pigmen yang lebih baik.
4. Menghilangkan Gas atau udara yang ikut dalam proses Charging.

Efek samping Back Pressure adalah :

1. Terjadi peningkatan suhu Barrel dari setting suhu yang kita buat.
2. Peningkatan waktu Charging sehingga Cycle Time menjadi lebih panjang.
3. Dapat berakibat Drolling pada saat Mold Open.
 
Gambar di atas adalah pada saat Back Pressure OFF pada mode operasi Manual, dimana Hydrolic Flow bypass tidak melewati Relief Valve, tentunya setelah melewati Solenoid Valve terlebih dahulu untuk mengatur Hydrolic Flow tersebut. Disini Pressure Gauge tidak naik atau pada posisi nol.

Sedangkan pada gambar di bawah adalah kondisi Back Pressure ON pada mode operasi Semi-Auto dan Full-Auto, dimana Hydrolic Flow harus melewati Relief Valve, disini Hydrolic Flow di “cekik” hingga Pressure Gauge menunjukkan angka naik sesuai yang kita setting.
 
Stay Tune Sahabat Plastik.

Baca Selanjutnya ..

Prinsip Kerja Check Ring.


Prinsip Kerja Check Ring.
 
Gambar di atas menunjukkan pada saat Charging atau isi ulang, posisi Check Ring merapat terhadap Torpedo sehingga terbentuk celah antara Check Ring dan Screw, celah inilah sebagai jalan material plastik cair mengalir hingga memenuhi ruang di depan Tropedo dengan bertekanan. Karena memiliki tekanan, material cair plastik ini mampu mendorong Screw, sehingga Screw bergerak ke belakang.
 
Gambar di atas menunjukkan kondisi atau posisi Check Ring pada saat proses injeksi berlangsung. Dimana Check Ring merapat terhadap Screw dan disini tidak celah bagi material plastik cair, sehingga material plastik cair ikut terdorong ke depan oleh gerakan Screw.

Syarat utama kondisi disini adalah TIDAK BOLEH ADA CELAH ANTARA CHECK RING DAN SCREW. Jika ada celah, maka yang terjadi adalah Backflow. Yaitu sebagian material plastik cair akan mengalir balik ke arah belakang Torpedo sehingga proses injeksi tidak sempurna.

Adanya celah pada kondisi ini dipengaruhi oleh sebab :

1. Terdapat material asing yang tidak diinginkan dan tidak ikut lumer bersama material plastik cair, mengganjal di antara Check Ring dan Screw.
2. Kerusakan pada Check Ring, atau adanya retakan yang membuat celah.
3. Kerusakan pada Screw, atau adanya retakan yang membuat celah.

Dalam dunia ilmu Hydrolic and Pneumatic, Check Ring biasa juga disebut Check Valve atau One-way Valve atau Non-return Valve, dengan simbol seperti gambar di bawah ini.
 
Note : Panah merah adalah arah aliran atau Flow-direction.

Stay Tune Sahabat Plastik.

Baca Selanjutnya ..